Aku tidak tahu apakah aku masih dapat tertawa bahagia
Bahkan untuk sekedar tersenyumpun aku tidak yakin bisa
Bodoh sekali
Kenapa kau masih mendengar kata - kata sampah?
Kenapa kau masih belum bisa menutup telingamu rapat?
Dia, mereka semua hanya mengatakan apa yang mereka pikirkan
Bukan hal yang sebenarnya terjadi
Dia, mereka hanya memberikan pandangan sesuai yang mereka anggap benar
Berpikirlah... bangunlah...
Wahai hati yang kosong
Kau hanya harus bangun dan menjadi dirimu sendiri
Larilah dan berteriaklah
Lepaskan batu besar yang menghimpit dadamu
Bagaikan gunung yang menyemburkan api
Bagaikan hujan yang menumpahkan air
Bagaikan laut lepas yang membuang harapan beserta ombak
Tapi, apa aku bisa?
Hey diamlah wahai hati
Apa selama ini kau tak melihat, aku sudah mencoba
Apa dalam pandanganmu, aku masih belun bertumbuh
Kau belum bertumbuh, kau hanya berpura - pura
Apa salahnya menangis di depan orang lain?
Kau tidak harus peduli apakah dia mengerti
Karena dia memang tidak akan pernah mengerti
Aku... aku... aku takut
Aku merasa hina
Aku takut bila ditinggalkan
Dan aku takut dengan penilaiannya
Satu persatu hilang
Hancur...
Tiada lagi harapan
Bahkan, kejahatan yang paling kejam adalam ketidakpercayaan
Ya... dia sudah tidak percaya padaku
Aku ini tiada arti
Hal yang mungkin mengancamnya
Membuatnya ketakutan
Hei... kau hanya harus dengar
Aku ini bukan monster
Bahkan untuk sekedar tersenyumpun aku tidak yakin bisa
Bodoh sekali
Kenapa kau masih mendengar kata - kata sampah?
Kenapa kau masih belum bisa menutup telingamu rapat?
Dia, mereka semua hanya mengatakan apa yang mereka pikirkan
Bukan hal yang sebenarnya terjadi
Dia, mereka hanya memberikan pandangan sesuai yang mereka anggap benar
Berpikirlah... bangunlah...
Wahai hati yang kosong
Kau hanya harus bangun dan menjadi dirimu sendiri
Larilah dan berteriaklah
Lepaskan batu besar yang menghimpit dadamu
Bagaikan gunung yang menyemburkan api
Bagaikan hujan yang menumpahkan air
Bagaikan laut lepas yang membuang harapan beserta ombak
Tapi, apa aku bisa?
Hey diamlah wahai hati
Apa selama ini kau tak melihat, aku sudah mencoba
Apa dalam pandanganmu, aku masih belun bertumbuh
Kau belum bertumbuh, kau hanya berpura - pura
Apa salahnya menangis di depan orang lain?
Kau tidak harus peduli apakah dia mengerti
Karena dia memang tidak akan pernah mengerti
Aku... aku... aku takut
Aku merasa hina
Aku takut bila ditinggalkan
Dan aku takut dengan penilaiannya
Satu persatu hilang
Hancur...
Tiada lagi harapan
Bahkan, kejahatan yang paling kejam adalam ketidakpercayaan
Ya... dia sudah tidak percaya padaku
Aku ini tiada arti
Hal yang mungkin mengancamnya
Membuatnya ketakutan
Hei... kau hanya harus dengar
Aku ini bukan monster
Tidak ada komentar:
Posting Komentar