Aku berjalan diantara kalian
aku dapat semudah itu memeluk kalian
Merasakan kelembutan dan ketentraman persahabatan
Mudah saja
Aku bahagia dengan semua ini
Aku hampir lupa bahwa ada yang lebih sempurna mencintaiku
Aku hampir lupa bahwa ada yang memperhatikanku dalam diam
Melihat gerak gerikku
Mengamati perasaanku
Bilamana kau merasa cukup namun tidak berterimakasih pada pemberi kecukupan
Bilamana kau merasa sempurna tanpa mengingat sang maha sempurna
Bilamana kau merasa kesal dengan cobaan tanpa ingin mengerti arti dari cobaan
Cukuplah hatimu dipenuhi dengan pikiran hayal
pemikiran tentang masa depan yang belum tentu akan kau alami
Cukuplah kau hidup bergelimang nista
Cukup...
Selagi masih ada nafas di dalam raga
Cukuplah sampai disini perjalananmu dengan setan
Bangunlah dengan hati berselimut doa
Sejukkan hatimu dengan mencintai sang pemilik cinta
Aku tahu ini tampak mudah
Namun Dia tahu
Dia cukup tahu seberapa ikhlasnya seberapa cintamu yang sering terbagi
Dia tahu...
My motivation to my self tonight.
I am realy sorry about that. Ya Allah, miss me everytime.
Translate
Rabu, 20 Mei 2015
Selasa, 19 Mei 2015
19 May 2015
Pagi ini tanggal 19 May 2015.
Aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya
Kusengajakan menata diri
Mempersiapkan diri menjadi lebih baik
Pagi ini kupaksakan diri untuk menjadi lembut
Kupaksakan diri menerima setiap ucap
Kupaksakan telinga ini untuk mendengar
Dan kupaksa ucapku tuk santun
Sore ini tanggal 19 May 2015
Aku mulai lemah menahan diri
Tergores hati karena lisan
Gejolak hati untuk berkata tidak
Mulai pecah amarah di hati
Saat kudengar yang tidak semestinya
Sore ini, kusakiti dua insan dengan lisanku karena amarah
Aku lupa cara menahan diri
Dan aku terjebak
Di dalam amarah
Aku mulai menitikan air mata
Namun siapa peduli???
Aku memang tidak berarti
Bagai riuh pasir di lautan
Yang beribu banyaknya namun tampak sama
Mungkin kau anggap aku ini sampah
Sehingga kau saja yang boleh berucap
Namun aku tidak
Mungkin kau anggap hatimu lebih berarti
Sehingga kau tak tahu akupun memiliki hati yang sama
Mungkin kau anggap air matamu itu mahal
Sehingga tidak peduli betapapun kutumpahkan semua air mataku
Apa kau anggap aku ini patung?
Tidak berperasaan sehingga kau jadikan perolokkan?
Aku ini lemah dan susah
Tidak mudah lisanku cukup
Aku hanya dapat terdiam
Jika kau belum mengenalku memang mungkin
Kau tidak tahu betapa sulitnya aku
Saat hati ini ingin berucap
ingin berkata-kata banyak namun kau anggap salah
Aku ini butuh diajari bukan dimusuhi
Memang aku selalu gagal
Aku gagal dalam setiap ujian
ujian kepercayaan diri
Ujian kepribadian
Ujian dalam setiap berhubungan
Aku memang selalu gagal
Tapi bukan seharusnya kau membuatku lebih terpuruk
Aku butuh jadi manusia yang lebih baik
Lidah ini memang tidak pandai
Yang seharusnya kau tahu
Aku punya rasa sama sepertimu
Hanya saja aku ini tidak pandai sepertimu
Aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya
Kusengajakan menata diri
Mempersiapkan diri menjadi lebih baik
Pagi ini kupaksakan diri untuk menjadi lembut
Kupaksakan diri menerima setiap ucap
Kupaksakan telinga ini untuk mendengar
Dan kupaksa ucapku tuk santun
Sore ini tanggal 19 May 2015
Aku mulai lemah menahan diri
Tergores hati karena lisan
Gejolak hati untuk berkata tidak
Mulai pecah amarah di hati
Saat kudengar yang tidak semestinya
Sore ini, kusakiti dua insan dengan lisanku karena amarah
Aku lupa cara menahan diri
Dan aku terjebak
Di dalam amarah
Aku mulai menitikan air mata
Namun siapa peduli???
Aku memang tidak berarti
Bagai riuh pasir di lautan
Yang beribu banyaknya namun tampak sama
Mungkin kau anggap aku ini sampah
Sehingga kau saja yang boleh berucap
Namun aku tidak
Mungkin kau anggap hatimu lebih berarti
Sehingga kau tak tahu akupun memiliki hati yang sama
Mungkin kau anggap air matamu itu mahal
Sehingga tidak peduli betapapun kutumpahkan semua air mataku
Apa kau anggap aku ini patung?
Tidak berperasaan sehingga kau jadikan perolokkan?
Aku ini lemah dan susah
Tidak mudah lisanku cukup
Aku hanya dapat terdiam
Jika kau belum mengenalku memang mungkin
Kau tidak tahu betapa sulitnya aku
Saat hati ini ingin berucap
ingin berkata-kata banyak namun kau anggap salah
Aku ini butuh diajari bukan dimusuhi
Memang aku selalu gagal
Aku gagal dalam setiap ujian
ujian kepercayaan diri
Ujian kepribadian
Ujian dalam setiap berhubungan
Aku memang selalu gagal
Tapi bukan seharusnya kau membuatku lebih terpuruk
Aku butuh jadi manusia yang lebih baik
Lidah ini memang tidak pandai
Yang seharusnya kau tahu
Aku punya rasa sama sepertimu
Hanya saja aku ini tidak pandai sepertimu
Jumat, 15 Mei 2015
de ja vu
Masih saja...
Malam ini masih saja sama
Seperti malam-malam biasanya
Aku hanya bisa melihatmu dalam bayang
Aku tahu tidak boleh bagiku mengatakan "seandainya"
Namun hati ini seakan menolak
aku ingin selalu
berada di sampingmu...
Kamu...
satu kata yang pas
SEMU
aku tidak pernah berharap apalagi mencoba berharap akan dirimu
Aku, kamu
kita berbeda
walau aku menginginkanmu
kita tidak mungkin
dan tidak pernah akan ada kata "kita"
Yang ada hanya aku, kamu
feel tired so bad.
Tired...
fell tired so bad
tired to be better
but, I can't
You can tell me idiot
the freaky woman
you can tell anything
but, You have to know something
I have a heart
My heart it's so weak
if you touch smothly
I will give's you better
but, if you touch harder
my tears will flew
I just an ordinary woman
Kamis, 14 Mei 2015
Berbalut kehinaan... Aku ini apa?
Malam ini...
Sayup kudengar hembusan angin dari luar jendela kamarku
Masih kupandangi langit yang hari ini bertabur bintang
Kutahu ini telah larut
Namun mata ini masih ingin terjaga
Semilir kurasakan begitu saja
Serasa menembus aliran darahku
Ini menyegarkan
Seusai penat yang kurasakan berpeluh
Aku memang bukan sastrawan
Bukan pujangga yang pandai mengatur kata
Aku hanya wanita
Yang lemah dan tiada apa
Memang tampak dariku kehinaan
Bila dilihat dari semua segi
Aku ini memang hina
Berbalut asa mencoba berdiri
Aku tahu, pasti kaupun tahu
Cerita kehinaanku yang tiada tara
Bukan aku ini mengeluh
Namun,
Aku merasa tiada arti bila kau sanding
Aku ini sedang apa?
Berbalut pilu di tengah kebisuan
Aku ini bisa apa?
Untuk menatapmu saja aku tiada berani
Senin, 11 Mei 2015
Phobia aneh.
Mungkin kalian menganggap gue lebay tentanng semuanya. Mungkin juga lo bakal nganggep gue gila atau memiliki faktor resiko. Ya, gue sendiri terkadang mikir gitu. Apa sih sebenernya yang ada di pikiran gue??? kok gue selalu bertindak bodoh, konyol dan terlalu phobia menyikapi hal yang orang anggap biasa. Daftar phobia gue adalah bos gue dan orang yang cenderung killer... Nyanyian bocah banget kan kalo dilihat. tapi ya gue udah sering berusaha menghilangkan itu semua tapi sulit. sangat sulit. Semua itu memang membuat orang menganggap gue drama queen atau kekanak-kanakan yang mudah menangis karena hal kecil.
Harusnya emang nggak gini. Gue tau hal itu secara teori gue tau. tapi secara attitude dan perilaku gue kok nggak pernah ngambil dari teori itu. Mungkin lo juga nganggep gue bego dan nggak sopan. Tapi bukan itu yang ada di pikiran gue. Justru gue selalu melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan kewajaran.
Gue tau pasti ada yang salah tentang kepribadian gue. Gue tahu apa yang salah. Tapi kaya ada belenggu gitu. Gue nggak pernah tahu harus mulai dari mana.??? Ini menyusahkan gue dan juga orang lain yang mau nggak mau harus ngertiin gue karena ketemu gue setiap hari.
Kasihan lo harus banget nerima keadaan gue yang selalu punya kecemasan pada hal kecil yang lo anggap biasa.
Harusnya emang nggak gini. Gue tau hal itu secara teori gue tau. tapi secara attitude dan perilaku gue kok nggak pernah ngambil dari teori itu. Mungkin lo juga nganggep gue bego dan nggak sopan. Tapi bukan itu yang ada di pikiran gue. Justru gue selalu melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan kewajaran.
Gue tau pasti ada yang salah tentang kepribadian gue. Gue tahu apa yang salah. Tapi kaya ada belenggu gitu. Gue nggak pernah tahu harus mulai dari mana.??? Ini menyusahkan gue dan juga orang lain yang mau nggak mau harus ngertiin gue karena ketemu gue setiap hari.
Kasihan lo harus banget nerima keadaan gue yang selalu punya kecemasan pada hal kecil yang lo anggap biasa.
Sabtu, 09 Mei 2015
Sedih.
Mungkin agak sulit menyikapi hal ini. Ya memang saya sedang sedih. Tidak masalah ketika kamu menganggap ini berlebihan. Saya cukup tahu, karena cukup mengenal kepribadian saya cukup lama yakni 22 tahun. Seakan tidak cukup segala perkataan orang yang memang seharusnya kulakukan. Namun tidak pernah kuindahkan. Saya ini mungkin ngeyel namun sulit bagi saya untuk mahami etika dan attitude. Bahkan di usia saya yang sudah beranjak dewasa. Saya masihbsaja melakukan kesalahan dan berakhir pada kegagalan dalam berhubungan maupun berteman. saya tahu bahwa saya harus berubah. Namun saya tidak tahu caranya untuk berubah. Dan saya selalu tidak mendengarkan perkataan orang lain namun akhirnya menyesal. Ya. Begitu seperti itu dan seterusnya. Terkadang saya berpikir untuk pergi. Menjauh dari setiap persoalan. Namun tetap saja saya berada di titik yang sama. Sejauh apapun saya berlari. Rasa, masalah dan masa lalu selalu menyelimuti saya.
Langganan:
Komentar (Atom)