Pagi ini tanggal 19 May 2015.
Aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya
Kusengajakan menata diri
Mempersiapkan diri menjadi lebih baik
Pagi ini kupaksakan diri untuk menjadi lembut
Kupaksakan diri menerima setiap ucap
Kupaksakan telinga ini untuk mendengar
Dan kupaksa ucapku tuk santun
Sore ini tanggal 19 May 2015
Aku mulai lemah menahan diri
Tergores hati karena lisan
Gejolak hati untuk berkata tidak
Mulai pecah amarah di hati
Saat kudengar yang tidak semestinya
Sore ini, kusakiti dua insan dengan lisanku karena amarah
Aku lupa cara menahan diri
Dan aku terjebak
Di dalam amarah
Aku mulai menitikan air mata
Namun siapa peduli???
Aku memang tidak berarti
Bagai riuh pasir di lautan
Yang beribu banyaknya namun tampak sama
Mungkin kau anggap aku ini sampah
Sehingga kau saja yang boleh berucap
Namun aku tidak
Mungkin kau anggap hatimu lebih berarti
Sehingga kau tak tahu akupun memiliki hati yang sama
Mungkin kau anggap air matamu itu mahal
Sehingga tidak peduli betapapun kutumpahkan semua air mataku
Apa kau anggap aku ini patung?
Tidak berperasaan sehingga kau jadikan perolokkan?
Aku ini lemah dan susah
Tidak mudah lisanku cukup
Aku hanya dapat terdiam
Jika kau belum mengenalku memang mungkin
Kau tidak tahu betapa sulitnya aku
Saat hati ini ingin berucap
ingin berkata-kata banyak namun kau anggap salah
Aku ini butuh diajari bukan dimusuhi
Memang aku selalu gagal
Aku gagal dalam setiap ujian
ujian kepercayaan diri
Ujian kepribadian
Ujian dalam setiap berhubungan
Aku memang selalu gagal
Tapi bukan seharusnya kau membuatku lebih terpuruk
Aku butuh jadi manusia yang lebih baik
Lidah ini memang tidak pandai
Yang seharusnya kau tahu
Aku punya rasa sama sepertimu
Hanya saja aku ini tidak pandai sepertimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar